I'm in Love with my
bestfriend
I have been
“Na Yoon ah! Come here!” kedengaran
suara seorang lelaki yang sedang memanggil Na Yoon dari arah tempat parking
kereta.
Na Yoon yang seronok membeli-belah
bersama sahabatnya, Kevin, terkejut apabila namanya dipanggil.
“What he want? Hurm. Kevin ah, wait here. He is calling me. Please hold
this for me.” Na Yoon terus menghulurkan semua barang yang dibelinya tadi
kepada Kevin . Lalu, terus berlari mendapatkan Baekhyun .
“Wae? Waegeurae? Ahh.... Leave me
again? Work?” Na Yoon menjongketkan kedua keningnya.
“Hmmm.... Yes. I have some work to
do. Can you...” Tidak sempat Baekhyun ingin menghabiskan ayatnya, Na Yoon
mencelah.
“Its okay. Kevin is here. I will go
with him.” Na Yoon menundukkan kepalanya.
“Na Yoon ah, Mianhaeyo. Jeongmal
mianhae. I promise, this will be the last time. Dont be sad okay? I have some
work to do. Its very important.” Baekhyun menggenggam kedua tangan Na Yoon.
“Yes. Work is important. Its okay. Im
not sad. Just go.” Na Yoon mendongakkan kepalanya memandang tepat ke arah anak
mata Baekhyun .
“No. You re more important than my
work. But, hmm.... Okay. Take care okay? Tonight, I will come to your house.” Baekhyun
mengusap kepala Na Yoon.
“Kevin ah!” Baekhyun memanggil-manggil nama Kevin.
Kevin yang mengelamun terkejut apabila mendengar
namanya dipanggil. Dia terpinga-pinga.
“Come here for a while!” Baekhyun menjerit
dari arah tempat parking kereta.
Na Yoon hanya tersenyum melihat
keadaan Kevin yang kucar-kacir membawa
barang-barang. Na Yoon mendapatkan Kevin untuk membantu Kevin mengangkat barang
kerana yang banyaknya barang miliknya bukannya Kevin .
“Kevin ah, let me do it. Leave it for
me.” Na Yoon mengambil semua barang yang berada di tangan Kevin .
“Nae. Be careful.” Kevin terus berlari mendapatkan Baekhyun .
“Kevin ah, I want you to take care of
her okay? I have some work to do. If something happen to her, I will find you
first. Maybe tomorrow is your last day in this world, got it? Haa... dont you
ever do anything to her okay? I hope you understand what I mean.” Baekhyun membisik
di telinga Kevin .
Kevin hanya mengangguk menelan air liur. Setelah Baekhyun
beredar dari situ, Kevin mendapatkan Na
Yoon semula yang berada di dalam shopping mall bersama barang-barangnya.
“Na Yoon ah, help me to put all of
this in my car. We only have 15 minutes before the cinema start. Come on.” Kevin mengangkat barang-barang tersebut untuk
dimasukkan ke dalam keretanya kerana sebentar lagi cerita yang ingin mereka
tonton bakal bermula.
Setelah selesai mengangkat barang
untuk dimasukkan ke dalam kereta, mereka terus beratur untuk membeli popcorn
dan juga nachos. Kemudian, selang beberapa minit, mereka masuk ke dalam
panggung wayang bersama untuk menonton cerita kegemaran mereka, ‘Sun Rise’.
_________________________________________________________________________________
“How is it?” Tanya Baekhyun kerisauan.
“I think you must to do it... Its
getting worse. If not, you will....you know right? You doesnt have much times.
Maybe you only have 2 month.” Kata Doktor N, iaitu doktor peribadi kepada Baekhyun
.
“Hurm.. okay. Can I ask you
something? You think if I accept to do that surgery, I have a chance to live?” Baekhyun
bertanya kepada Doktor N.
“Yes.” Sepatah kata yang dikeluarkan dari
mulut Doktor N.
“How much?” Tanya Baekhyun ingin
mendapatkan kepastian.
“Hmmm... about.... 20.... percent.” Ujar
Doktor N tergagap-gagap.
“Not much.. I know I have short live... I think I must to let her go...
better than her suffer seeing me like this. I think I know who can take over my
place to be Na Yoon namja chingu. Maybe take my place to be her husband
forever. I hope so...Doctor, can you help me?” Baekhyun menitiskan air matanya meminta bantuan daripada
doktornya itu.
“Yes. I will help you. You must to be a strong person. We dont know if
you still have a chance to live after doing the surgery.” Doktor N cuba untuk
meyakinkan Baekhyun .
“Mom, this night, Can I go to Na Yoon house?” Baekhyun menggengam tangan
ibunya yang sedang berdiri di sebelahnya.
“Yes, you can. Dear, please be strong. Live is so hard. Eomma will help
you as long I can.” Kata Puan Byun kepada anak tunggalnya itu.
_________________________________________________________________________________
‘Ting,Tong’ Bunyi loceng
bergema dari dalam rumah milik Na Yoon.
“Nugusaeyo? Please wait.” Puan Kang dengan keadaan tergesa-gesa berlari
anak menuju ke pintu utama rumahnya.
“Ah... Baekhyun ah.. waegeurae? Where is Na Yoon?” Tanya Puan Kang dengan
matanya yang melilau-lilau mencari kelibat Na Yoon.
“She is not at home? Urghh... Ahjumma ah, mianhaeyo.. I leave her with Kevin
because I have some work to do.” Kata
Baekhyun sambil menunduk hormat kepada Puan Kang.
“Ah... gwaenchana.. Lets go in.. Have your sit, okay? Im preparing a
dinner. Lets eat together when Na Yoon is home ,okay?” Puan Kang menjemput
Baekhyun masuk ke dalam rumahnya sambil menunggu kepulangan Na Yoon.
Baekhyun hanya mengangguk setuju. Selang beberapa minit, kedengaran
bunyi loceng rumah itu bergema.
“Baekhyun ah, can you open the door? I think that is Na
Yoon.” Kata Puan Kang yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga
itu.
“Nae.” Baekhyun terus bangun menuju ke
pintu untuk dibukanya.
“Ah..
Na Yoon ah... Kevin is here too?” kata Baekhyun perlahan sambil melemparkan
senyuman yang manis setelah membuka pintu tersebut.
“Baekhyun? Ah.... bogoshipo! Sorry Im late. Mianhaeyo..” Na Yoon terus
melepaskan barang yang dibawanya dan terus memeluk Baekhyun yang berdiri di
daun pintu itu.
Kevin memendam rasa cemburunya itu dengan hanya tersenyum. Kevin
kemudian mengangkat semua barang yang dibiarkan Na Yoon sebentar tadi.
“Kevin ah... lets have a dinner with us..please...” Na Yoon yang berada
di sebelah Baekhyun mengajak Kevin supaya makan malam bersama mereka.
“Ah.. its okay.. Im full.. Im going home.. If I have a dinner with you
two, it was like Im a busy body for bothering you. Mianhae.. Im going home..”
Kevin meletakkan barang milik Na Yoon dan terus memusingkan badannya dan
melangkah menuju ke arah kereta miliknya.
Kevin menggenggam tangannya sambil memejamkan matanya lalu, berkata di
dalam hati;
“Kevin ah! Jebal... eat with us! Hope she calling me again... I hope
so.. Jebal... One.....Two......Three”
“ Kevin ah! Jebal... I hope you will eat with us.” Na Yoon merayu kepada
Kevin supaya makan bersama mereka.
Kevin tersenyum dan terus memusingkan badannya. Dia kemudiannya
menggeleng.
“Kevin!” Baekhyun bersuara kali ini.
“Nae. I will.” Kevin tanpa berkata apa-apa terus mendapatkan Na Yoon dan
juga Baekhyun yang berada di daun pintu.
Mereka bertiga terus masuk ke dalam dan mengambil tempat di meja makan.
“Ah eomma! Its smell delicious! My
favourite food! Beef soup! Gomawoyo eomma! Saranghae... Kevin ah.. Try to taste
all of this food okay?” Na Yoon mempelawa Kevin supaya menjamah makanan ibunya
sambil mencedokkan nasi untuk mereka semua.
“Baekhyun ah.. take this.. eat a lot
okay? You re too thin... Your face look so pale you know? Its all because you're not have enough calcium and vitamin.” Kata Puan Kang sambil menyedokkan lauk
–pauk untuk Baekhyun .
“Nae. Kamsahabnida.” Baekhyun
menunduk-nundukkan kepalanya berulang kali kepada Puan Kang.
_________________________________________________________________________________
“Annyeonghigeiseiyo! Take care! Annyeong!”
Na Yoon melambai-lambaikan tangannya ke arah Kevin yang perlahan-lahan
meninggalkan rumah Na Yoon menaiki keretanya itu.
“Na Yoon ah... You re smelly.. Go
into your room and take a bath okay? Im waiting at dining room.” Baekhyun
menutup hidungnya.
“Urghh.... Okay. I know Im smelly..
you wait for me okay? Dont you ever go anywhere okay? I must to punish you
because today you leave me again. Saranghae...” Na Yoon merapatkan dirinya ke
Baekhyun lalu, mengucup pipi Baekhyun.
Kebetulan pula, Puan Kang berada di
dalam biliknya. Baekhyun memegang pipinya yang telah dikucup oleh Na Yoon
sambil tersenyum gembira. Na Yoon dengan senyuman lebar terukir di bibirnya
berlari anak masuk ke dalam biliknya untuk membersihkan diri meninggalkan
Baekhyun keseorangan di ruang tamu. Baekhyun merebahkan punggungnya di atas
sofa empuk yang berada di ruang tamu tersebut.
“Hurm... How can I let her go? I
cant... I feel like my heart gonna to kill myself... I love her so much... I
must to be strong... I dont want she feel burden because of me.. I dont want
her to suffer because of me... from her eyes, I can see her sincerity loving
me. I dont know how to tell her...” Baekhyun menundukkan kepalanya memikirkan
bagaimana cara untuk dia memberitahu segalanya kepada Na Yoon.
“Its okay Baekhyun... Ahjumma can
help you..” Puan Kang memegang bahu Baekhyun.
“Urgh... Ahjumma?... You know...?”
Baekhyun terkejut apabila disergah begitu sahaja.
“Yes.. I know everything..” Puan Kang
merebahkan punggungnya di sebelah Baekhyun.
“Ahjumma... jebal... hajima.. Im
begging you.. dont tell her..” Baekhyun melutut di hadapan Puan Kang sambil air
matanya sudah mula membasahi pipinya.
“Dont be like this.. get up.. I make
you like my own son.. Im not telling her the truth okay? But, I dont want you to
be sad and weak.. keep strong okay? Ahjumma, your eomma and also Na Yoon here
beside you.. we will support you.. someday, she will know the truth..” Puan
Kang memegang pipi Baekhyun lalu, mengesat air mata yang jatuh mengalir ke pipi
Baekhyun.
“Gomawoyo ahjumma...” Baekhyun terus
memeluk Puan Kang yang dianggapnya sebagai ibu kandung sendiri.
“Its okay, its okay.. sit properly..
Na Yoon is coming.” Puan Kang melepaskan pelukannya setelah melihat kelibat Na
Yoon yang sudah keluar dari pintu biliknya.
“Eomma? Baekhyun ah? Owh.. so sweet..”
Na Yoon mengambil tempat di sebelah Baekhyun setelah Puan Kang beralih ke sofa
lain.
“Are you crying? Why your eyes look red?
Are you sick? Let me check..” Na Yoon memegang pipi Baekhyun lalu, meniup-niup
mata Baekhyun.
“Na Yoon... Baekhyun... I think you
two must to get marry next month.. is it alright? Dont you two feel burden?”
Puan Kang menanyakan soalan yang berkenaan hidup dan mati mereka.
“Boeya?! Eomma...?” Na Yoon tersedak
air liur apabila mendengar kata-kata yang dikeluarkan dari mulut ibunya.
Baekhyun hanya berdiam diri dengan mimik muka yang gelisah kerana mengingati
kembali apa yang dikatakan oleh doktornya tentang hayat hidupnya.
“Wae? You dont like it? If not why
did you love Baekhyun? You two were grown up.. so, this is the time. I want to
have a grandchild okay? I will discuss it with your eomma, Baekhyun.” Puan Kang
berkata tanpa henti.
“Hurm? Nae. Geundae,..” kata-kata
Baekhyun terhenti di situ.
“Er erh no excuse.. just let me and
your mother take over for your and Na Yoon wedding okay? You two just relax...
and the date.. I will set it before Baekhyun do his sur....” Puan Kang terhenti
kata.
“Baekhyun what? Eomma.. Baekhyun
what? Before what?” hati Na Yoon sudah mula gelisah.
“Hurm... nothing.. Na Yoon ah.. Please
give him drink... Go take it.. Give him a glass of juice orange okay?” Puan Kang
mengarahkan Na Yoon. Na Yoon hanya mengangguk sekaligus terukir senyuman manis
di bibirnya.
“Baekhyun ah.. Dont worry.. I want
you to marry her.. Your mother told me that you must to do a surgery.. and I
promise to do it before your surgery day.. maybe that time she know everything
after you marry with her.. okay? Gwaenchana erh?” Puan Kang mengusap- usap peha
Baekhyun yang kelihatan gelisah.
Baekhyun hanya mengangguk perlahan.
Na Yoon yang berada di dapur mengerukkan dahinya kerana berasa hairan melihat
cara ibunya berbual bersama Baekhyun yang mungkin ada sesuatu yang dirahsiakan
darinya. Dia kemudian membiarkan sahaja dan tidak mengambil kisah tentang
perbualan antara ibunya dan Baekhyun itu.
_________________________________________________________________________________
“Its getting late.. I should go..If
not my mother will worry about me. Ahjumma ah.. I going home first okay? Take
care..” Baekhyun bangun dari sofa lalu, memberi tunduk hormat kepada Puan Kang.
Puan Kang tersenyum. Kemudian, Baekhyun berjalan keluar dari rumah Na Yoon
mendapatkan kereta mewahnya itu diikuti Na Yoon dari belakang sambil memimpin
tangan Baekhyun. Puan Kang hanya menunggu dari dalam rumah sahaja kerana tidak
ingin mengganggu anaknya bersama bakal menantunya itu.
“Na Yoon ah.. take care.. sleep well
okay? Please dream about me.. hehe.. we will get marry soon.. you like it? Saranghae..”
Baekhyun mengucup dahi Na Yoon lalu menarik Na Yoon berada dalam dakapannya.
“Nado... saranghae..” kata Na Yoon
yang masih berada dalam dakapan Baekhyun.
“Dont move.. I want to hug you
tightly.. I miss you so much.” Baekhyun menahan rasa sedihnya dengan tersenyum
gembira.
Baekhyun melepaskan pelukannya lalu,
terus masuk ke dalam keretanya yang sudah dihidupkan enjin.
“Jaljayo... saranghae.” Baekhyun
berlalu pergi dari situ.
“Sweet Dream!” Na Yoon
melambai-lambaikan tangannya kepada Baekhyun yang sudah berlalu pergi.
_________________________________________________________________________________
“How is it doctor?” Puan Byun
kelihatan gelisah.
“Okay. The date is 20th June 2014. At
8 am.” Doktor N memberitahu tarikh pembedahan tersebut.
“Hurm..his birthday... okay.. thank
you doctor.” Puan Byun terus keluar dari bilik Doktor N dan pulang ke rumah.
Baekhyun House.
“Hello? Mrs.Kang?” Puan Byun membuat
panggilan telefon.
“Nae.. Im.. How is it Mrs.Byun? the
date?” tanya Puan Kang melalui talian.
“The date is 20th June 2014.. so how
is it?” Ujar Puan Byun.
“Okay.. I will set the date a week
before his surgery.. so.. 13th June 2014.. confirm?” Tanya Puan Kang inginkan
kepastian.
“Confirm!” Puan Byun terus menutup
talian telefon tersebut dengan hati yang gembira walaupun tersirat sedikit
kerisauan di dalam hatinya.
_________________________________________________________________________________
“Baekhyun ah! Come here and get
your medicine..” Puan Byun memanggil Baekhyun yang masih berada di dalam
biliknya.
“Nae eomma! Wait... Im coming”
Baekhyun berlari anak mendapatkan ibunya yang berada di dapur.
“Next week is your wedding..” Puan
Byun mengucup dahi Baekhyun yang sedang menelan ubat pilnya itu.
‘Ding Dong’
“Ah eomma.. its Na Yoon.. keep
all my medicine eomma..” kata Baekhyun sambil berlari anak menuju ke pintu
utama rumahnya.
“Na Yoon ah.. come in first.. Lets
breakfast together..” Baekhyun terus menarik Na Yoon masuk ke dalam rumahnya.
Na Yoon hanya menuruti sahaja.
“Sit down here.” Baekhyun menarik
kerusi itu untuk Na Yoon.
“Nae.” Kata Na Yoon sepatah dengan
terukir sebaris senyuman di bibirnya.
“Hurmm.. next week is your
wedding.. are you ready Na Yoon? Dont you feel nervous?” Puan Byun menyedokkan
nasi goreng untuk Baekhyun dan juga Na Yoon.
“Yes.. I nervous because this is
my first time.” Na Yoon menyuapkan nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya.
“I have something to say..”
Baekhyun bersuara.
“Moe?” Na Yoon meletakkan sudu
yang berisi nasi itu ke atas pinggan makannya.
“ A week after our wedding, I
will go to China.. I have some work to do.” Baekhyun memandang tepat ke arah
anak mata Na Yoon.
“Hmm.. okay... I know why
you told me right now.. because you dont want to see me angry to you right? Because your mother is here
so, I cant mad to you.. right?
Baekhyun hanya mendiamkan diri
kerana memikirkan apa yang sedang bermain di fikiran Na Yoon.
“Done. Kamsahabnida ahjumma.
Jeongmal mashisseoyo. Baekhyun ah, lets go. Ahjumma ah, we should go. Annyeong.”
Na Yoon bangun menunduk hormat kepada Puan Byun lalu,terus menarik tangan
Baekhyun keluar dari rumah.
“Arghh.. she was so mad..
Baekhyun ah, you re so stubborn. Why did you told her like that? Aigo..” Puan
Byun resah melihat riak wajah Na Yoon yang seakan ingin memarahi anaknya itu.
Na Yoon melepaskan tangan Baekhyun
sesudah mereka menjejakkan kaki keluar dari rumah tersebut. Na Yoon terus
berjalan menuju ke kereta Baekhyun lalu, masuk ke dalam perut kereta dan terus
menutup pintu kereta tersebut. Baekhyun menggaru kepalanya yang tidak gatal itu
memikirkan cara bagaimana dia ingin memujuk Na Yoon.
“You mad to me?” Tanya Baekhyun
sebaik sahaja menghidupkan enjin keretanya.
“Aniyo!” Na Yoon menolehkan
mukanya ke luar tingkap.
“Na Yoon ah.. mianhae..”
Baekhyun menggenggam kedua tangan Na Yoon lalu, menolehkan kepala Na Yoon ke
arahnya.
“I want you to be honest to me.
Work or me is important to you?” Na Yoon memandang tepat ke arah anak mata
Baekhyun.
“Of course you. Actually, Im
just joking. Why did you believe on me?” Baekhyun tergelak kecil.
“Ya! Baekhyun ah! Ah jjinja! I
hate you.” Na Yoon melepaskan tangannya yang berada dalam genggaman Baekhyun.
“But I love U.” Baekhyun
mengucup pipi Na Yoon dan terus menekan minyak berlalu pergi dari situ.
Na Yoon mencubit peha Baekhyun
kerana mempermainkannya sambil terukir senyuman manis di bibirnya.
“Ah.. pal!” Baekhyun mengerang
kesakitan lalu, tergelak kecil memikirkan kembali riak wajah Na Yoon yang
sedang memarahinya. Akan tetapi, riak wajah gelisah terpampar sedikit di
wajahnya.
_________________________________________________________________________________
“Ah.. Im so tired.” Baekhyun mengeluh setelah
merebahkan punggungnya di atas bangku akibat kepenatan bersiar-siar di kawasan
taman bunga itu.
“Give me your wallet. Im going
to buy drinks for us. There is a shop.” Na Yoon menadahkan tangannya menunggu
Baekhyun mengeluarkan barang yang dimintanya tadi.
“Wait at here. Dont go
anywhere. Im watching you.” Na Yoon memandang tajam ke arah Baekhyun yang masih
termengah-mengah kerana kepenatan. Baekhyun hanya mampu tersenyum dan
menganggukkan kepalanya.
‘Na
eureureong,eureureong,eureureong dae’
“Doctor N?” Ujar Baekhyun
setelah mengeluarkan Phone nya lalu, melihat nama Doktor N terpampar di Screen
phone nya. Baekhyun menjawab panggilan tersebut setelah melihat Na Yoon
berada jauh darinya.
“Doctor.. Wae? Thats paper? Its
in my wallet.. wait.. Aigo.. Na Yoon ah.. Doctor, I will call you back.”
Baekhyun terus menutup panggilan tersebut dan berlari ke arah Na Yoon.
“Igei boeya?” Na Yoon
mengeluarkan sehelai kertas yang berada di dalam dompet Baekhyun.
Tidak sempat untuk Na Yoon
melihat apa yang berisi di dalam kertas itu, Baekhyun merampas kertas itu
darinya.
“Wae? What is that?” Na Yoon
kelihatan hairan melihat tindakan Baekhyun yang sebegitu.
“Nothing. I forget to say to
you that I want to eat Ramen. Lets eat together.” Kata Baekhyun dan terus
memegang bahu Na Yoon membawanya masuk ke dalam kedai itu.
_________________________________________________________________________________
Wedding Day.
“Kevin ah, Na yibbeo?” Na
Yoon menghayun-hayunkan badannya yang lengkap diselaputi gaun putih
perkahwinannya.
“Neo neomu yibbeoda!” Kevin
menunjukkan thumbs up kepada Na Yoon.
“Ah jeongmal? Gomawoyo chingu
ah. Saranghae.” Na Yoon memeluk Kevin dari belakang.
“Im so happy to see you
smile always ,like this day. I hope you will get a happiness with Baekhyun..
Its okay.. I let you go..” Kevin hanya tersenyum.
“Oh OMO... My daughter.. you
look so great and gorgeous! Im so happy seeing you like this!” Puan Kang
memeluk anak tunggalnya itu.
“Gomawoyo eomma.. eomma ah..
Im nervous.. do I look okay?” Na Yoon mengibas-kibas tangannya kerana dia sudah
mula berpeluh kerana berasa gementar.
“Its okay dear.. Now, lets
go.. this is the time..” Puan Kang menadahkan tangannya supaya disambut oleh
anaknya. Mereka kemudian keluar dari ruang bilik persediaan dan bergerak menuju
ke dewan.
Kelihatan senyuman yang manis
terukir di bibir Na Yoon apabila dia sudah melihat kelibat Baekhyun yang
menunggunya di atas pelamin (is it correct?) lengkap dengan pakaiannya.
“Baekhyun ah, Im nervous..”
kata Na Yoon setelah Baekhyun memegang kedua tangannya. Mereka saling
berpaling. Baekhyun hanya tersenyum.
“I, Byun Baekhyun, accept Kang
Na Yoon as my wife.” Baekhyun tersenyum gembira.
“I,Kang Na Yoon, accept Byun
Baekhyun as my husband.” Na Yoon tersenyum gembira apabila melihat Baekhyun
juga turut tersenyum kepadanya.
_________________________________________________________________________________
“Baekhyun
ah.. your birthday is coming soon... How can I celebrate your birthday? Where
should we go?” Na Yoon memeluk Baekhyun dari belakang.
Baekhyun yang dari tadi
termenung berada di balkoni rumahnya tersentak.
“Oh.. jeongmal? How can I forget
about it?” Baekhyun memusingkan badannya ke arah Na Yoon yang berada di
belakangnya.
“How can you forget it? Hmm.. its
okay.. “ Kata Na Yoon. Baekhyun terus menarik Na Yoon supaya berada di
hadapannya lalu, dipeluknya Na Yoon dari belakang. Baekhyun meletakkan dagunya
di bahu Na Yoon.
“Should we go for honeymoon?”
Baekhyun bertanya.
“ Hmm.. Its okay.. We think about it
later. Arghh.. Baekhyun ah.. look at that” Na Yoon menunjukkan sesuatu
kepadaBaekhyun.
“The moon.. so beautiful.. Im sleepy.. Let
go in. We need to sleep.” Baekhyun terus menarik tangan Na Yoon masuk ke dalam
rumah mereka.
_________________________________________________________________________________
“Good morning!” Baekhyun memeluk Na
Yoon dari belakang yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
“Good morning.. Sit down here.” Na
Yoon menekan bahu Baekhyun.
“Hmmmm.. Its smell delicious..”
Baekhyun menghirup bau makanan yang disediakan oleh Na Yoon.
“Open your mouth.” Na Yoon
menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulut Baekhyun.
“After this. Take your bath and get
ready. We going to the park today.” Na Yoon memberikan senyuman manis kepada
Baekhyun.
“Na Yoon ah.. wae? Why re you so
serious? You look so tired. Can we not going to the park today?” Baekhyun
memegang pipi Na Yoon.
“Ah gwaenchana.. I dont know why but,
my heart feel bad. It was like something wrong gonna happen.” Na Yoon
mengurut-urut kepalanya.
“Its okay.. we will go to the park
this evening. You need rest.” Kata Baekhyun.
“I dont know why but, I feel like
I will lose him.. Today is our third day after our wedding and about four days
left.. is his birthday..No,no. Na Yoon, dont you ever think like this. Thinking
positive.” Na Yoon kemudian naik ke atas dan merehatkan dirinya.
Baekhyun hanya melihat pergerakan Na
Yoon.
“Why did she be like this? Hmm.. How
can I explain to her.. I will do the surgery on my birthday date.” Baekhyun
berkata sendirian.
In
The Evening
“Baekhyun!” Na Yoon tersedar dari
tidurnya.
“Wae? Na Yoon...” Baekhyun yang
sedang membaca buku berhenti lalu, menghampiri Na Yoon yang berada di atas
katil.
Na Yoon terus memeluk Baekhyun
sebaik Baekhyun menghampirinya. Dia kemudian mengalirkan air matanya. Dia
mengusap-usap muka Baekhyun.
“Na Yoon ah,wae? Waeyo?” Baekhyun mengesat
air mata Na Yoon.
“I dont
want to lose you. I need you. I love you. Dont leave me.” Na Yoon memeluk erat
suaminya itu.
“You had a bad dream. Its okay,
its okay. Im here. Now, go wash your face. We are going to the park.” Baekhyun
membawa Na Yoon masuk ke dalam bilik air untuk membersihkan mukanya.
_________________________________________________________________________________
“Na Yoon ah! Are you done?!”
Baekhyun menjerit dari luar rumah.
“Wait.. Im done!” Na Yoon berlari
anak menuruni anak tangga rumahnya lalu, keluar dari rumahnya mendapatkan
Baekhyun.
“Ah.. yibbeoda!” Baekhyun mengusap
kepala Na Yoon.
Kemudian, mereka terus masuk ke
dalam perut kereta dan berlalu pergi dari situ.
“Baekhyun ah, hajima.. dont leave
me okay?” Na Yoon memegang tangan kanan Baekhyun yang sedang memandu.
“Wae? Why are scare? Im not
leaving you.” Baekhyun memandang ke arah Na Yoon.
“Promise? You wont leave me?” Na Yoon
memandang Baekhyun dengan penuh kerisauan.
“Nae. Im promise. Okay. We are at
the park now. Lets go.” Baekhyun mematikan enjin keretanya lalu, keluar dari
perut kereta tersebut untuk mendapatkan Na Yoon.
“Gomawoyo. My honey...? hehe.” Na
Yoon mencubit pipi Baekhyun setelah dia keluar dari kereta tersebut.
“Let me kiss you.” Baekhyun
mendekatkan dirinya ke Na Yoon.
‘Boiji anheun,neol chajaryeogo
asseuda.’
“Wait. My phone.” Na Yoon menolak
perlahan Baekhyun lalu, mencapai phone nya yang berada di dalam handbag
nya itu.
“Kevin?” Na Yoon kemudian berjalan
ke hadapan sedikit meninggalkan Baekhyun di belakang untuk menjawab panggilan
tersebut.
“Kevin? Why he call Na Yoon.
Hmm.. Later, Im going to tell the truth to Na Yoon when we at the park..” Baekhyun
menggaru-garu kepalanya yang tidak gatal itu.
“Ah Kevin ah.. wae?” Na Yoon
bertanya.
Ketika Na Yoon bertanya kepada
Kevin di dalam talian. Sebuah kereta kelihatan dari jauh datang menghampirinya.
Na Yoon tidak menyedari bahawa dia berada di tengah jalan.
“Baekhyun, he...has a cancer.”
Kevin memberitahu segalanya kepada Na Yoon.
Baekhyun dari tadi memikirkan
sesuatu terkejut melihat sebuah kenderaan yang makin menghampiri Na Yoon.
“Boe?Boeya!!” Na Yoon memusingkan
badannya ke arah Baekhyun.
“Na Yoon ah!!! Watch out!”
Baekhyun berlari ke arah Na Yoon lalu, menolak Na Yoon ke tepi.
‘Kebukk’
“Baekhyun ah!! Baekhyun ah!!!” Na
Yoon bangun menghampiri Baekhyun yang sudah berlumuran darah.
“Baekhyun ah!! Ireona!! Hajima! Be
strong!! I will call the ambulans!” Na Yoon mengalirkan air mata yang deras
sehingga jatuh menitik ke pipi Baekhyun yang berada di atas ribanya.
“No. Kang...Na ..Yoon....
sarang...hae”
10
Years Later.
“Uhh! Baekhyun!” Na Yoon tersedar
dari tidurnya.
“Baekhyun ah! Oedigayo?! Ya! Byun Baekhyun!”
Na Yoon turun dari anak tangga rumahnya untuk mencari Baekhyun.
Na Yoon pergi ke belakang rumahnya.
Dia menjenguk di luar. Na Yoon terhenti. Tiba-tiba air matanya jatuh mengalir
deras. Kelihatan seperti dia melihat seseorang.
“Saengil chukha habnida, saengil
chukha habnida, saranghaneun Baekhyun appa, saengil chukha habnida. Appa..
saranghae..bogoshipoyo..” kata seorang budak yang sedang teresak-esak menangis.
Na Yoon mengesatkan air matanya
lalu, menghampiri budak itu. Na Yoon kemudian memeluk budak itu dari belakang.
“Baekhyun ah.. why are you at here?”
Na Yoon bertanya kepada anaknya yang berada di hadapan kubur seseorang.
“Eomma.. today is appa birthday.. I
miss him so much, eomma.. Even I never seen him but, I love him so much.”
Baekhyun mengalirkan air matanya.
“Its okay Baekhyun.. eomma miss him
so much too.” Na Yoon mengesat air mata anaknya itu.
“Appa... saengil chukhahae..”
Baekhyun meletakkan sekuntum bunga mawar di papan yang tertera nama ayahnya
itu, Byun Baekhyun.
“Its okay.. Lets go in..” Na Yoon
mendukung anaknya yang baru 9 tahun itu masuk ke dalam rumah meninggalkan kubur
Baekhyun yang ditanamnya dibelakang rumah atas permintaan ibu Baekhyun kerana Baekhyun
pernah memberitahu jika dia sudah tiada, dia ingin kuburnya ditanam di belakang
rumahnya.
Baekhyun ah.. Our son.. He is
growing up.. He miss u so much.. If you still alive, maybe we can see him growing
up together.. I miss u..He miss u... He always asking me about you.. He love
you so much.. I think you see him from the sky... I hope so.