.Byun Baekhyun.
Posted on Friday, 24 January 2014
@ 20:07




I'm Lucky 
I'm in Love with my bestfriend
Lucky to have been where
I have been
          
        “Na Yoon ah! Come here!” kedengaran suara seorang lelaki yang sedang memanggil Na Yoon dari arah tempat parking kereta.

         Na Yoon yang seronok membeli-belah bersama sahabatnya, Kevin, terkejut apabila namanya dipanggil.

         “What he want? Hurm. Kevin  ah, wait here. He is calling me. Please hold this for me.” Na Yoon terus menghulurkan semua barang yang dibelinya tadi kepada Kevin . Lalu, terus berlari mendapatkan Baekhyun .

          “Wae? Waegeurae? Ahh.... Leave me again? Work?” Na Yoon menjongketkan kedua keningnya.

          “Hmmm.... Yes. I have some work to do. Can you...” Tidak sempat Baekhyun ingin menghabiskan ayatnya, Na Yoon mencelah.

          “Its okay. Kevin is here. I will go with him.” Na Yoon menundukkan kepalanya.

          “Na Yoon ah, Mianhaeyo. Jeongmal mianhae. I promise, this will be the last time. Dont be sad okay? I have some work to do. Its very important.” Baekhyun menggenggam kedua tangan Na Yoon.

          “Yes. Work is important. Its okay. Im not sad. Just go.” Na Yoon mendongakkan kepalanya memandang tepat ke arah anak mata Baekhyun .

          “No. You re more important than my work. But, hmm.... Okay. Take care okay? Tonight, I will come to your house.” Baekhyun mengusap kepala Na Yoon.

          “Kevin  ah!” Baekhyun  memanggil-manggil nama Kevin.

          Kevin  yang mengelamun terkejut apabila mendengar namanya dipanggil. Dia terpinga-pinga.

         “Come here for a while!” Baekhyun menjerit dari arah tempat parking kereta.

Na Yoon hanya tersenyum melihat keadaan Kevin  yang kucar-kacir membawa barang-barang. Na Yoon mendapatkan Kevin untuk membantu Kevin mengangkat barang kerana yang banyaknya barang miliknya bukannya Kevin .

         “Kevin ah, let me do it. Leave it for me.” Na Yoon mengambil semua barang yang berada di tangan Kevin .

          “Nae. Be careful.” Kevin  terus berlari mendapatkan Baekhyun .


          “Kevin ah, I want you to take care of her okay? I have some work to do. If something happen to her, I will find you first. Maybe tomorrow is your last day in this world, got it? Haa... dont you ever do anything to her okay? I hope you understand what I mean.” Baekhyun membisik di telinga Kevin .

      Kevin hanya mengangguk menelan air liur. Setelah Baekhyun beredar dari situ, Kevin  mendapatkan Na Yoon semula yang berada di dalam shopping mall  bersama barang-barangnya.
          
        “Na Yoon ah, help me to put all of this in my car. We only have 15 minutes  before the cinema start. Come on.” Kevin  mengangkat barang-barang tersebut untuk dimasukkan ke dalam keretanya kerana sebentar lagi cerita yang ingin mereka tonton bakal bermula.


          Setelah selesai mengangkat barang untuk dimasukkan ke dalam kereta, mereka terus beratur untuk membeli popcorn dan juga nachos. Kemudian, selang beberapa minit, mereka masuk ke dalam panggung wayang bersama untuk menonton cerita kegemaran mereka, ‘Sun Rise’.
_________________________________________________________________________________

          “How is it?” Tanya Baekhyun kerisauan.

        “I think you must to do it... Its getting worse. If not, you will....you know right? You doesnt have much times. Maybe you only have 2 month.” Kata Doktor N, iaitu doktor peribadi kepada Baekhyun .

          “Hurm.. okay. Can I ask you something? You think if I accept to do that surgery, I have a chance to live?” Baekhyun bertanya kepada Doktor N.

         “Yes.” Sepatah kata yang dikeluarkan dari mulut Doktor N.


         “How much?” Tanya Baekhyun ingin mendapatkan kepastian.

         “Hmmm... about.... 20.... percent.” Ujar Doktor N tergagap-gagap.

        “Not much.. I know I have short live... I think I must to let her go... better than her suffer seeing me like this. I think I know who can take over my place to be Na Yoon namja chingu. Maybe take my place to be her husband forever. I hope so...Doctor, can you help me?” Baekhyun  menitiskan air matanya meminta bantuan daripada doktornya itu.

        “Yes. I will help you. You must to be a strong person. We dont know if you still have a chance to live after doing the surgery.” Doktor N cuba untuk meyakinkan Baekhyun .

        “Mom, this night, Can I go to Na Yoon house?” Baekhyun menggengam tangan ibunya yang sedang berdiri di sebelahnya.

        “Yes, you can. Dear, please be strong. Live is so hard. Eomma will help you as long I can.” Kata Puan Byun kepada anak tunggalnya itu.
_________________________________________________________________________________

       ‘Ting,Tong’ Bunyi loceng bergema dari dalam rumah milik Na Yoon.

       “Nugusaeyo? Please wait.” Puan Kang dengan keadaan tergesa-gesa berlari anak menuju ke pintu utama rumahnya.

       “Ah... Baekhyun ah.. waegeurae? Where is Na Yoon?” Tanya Puan Kang dengan matanya yang melilau-lilau mencari kelibat Na Yoon.


       “She is not at home? Urghh... Ahjumma ah, mianhaeyo.. I leave her with Kevin  because I have some work to do.” Kata Baekhyun sambil menunduk hormat kepada Puan Kang.

       “Ah... gwaenchana.. Lets go in.. Have your sit, okay? Im preparing a dinner. Lets eat together when Na Yoon is home ,okay?” Puan Kang menjemput Baekhyun masuk ke dalam rumahnya sambil menunggu kepulangan Na Yoon.

       Baekhyun hanya mengangguk setuju. Selang beberapa minit, kedengaran bunyi loceng rumah itu bergema.

        “Baekhyun  ah, can you open the door? I think that is Na Yoon.” Kata Puan Kang yang sedang menyiapkan makan malam untuk mereka bertiga itu.

         “Nae.” Baekhyun terus bangun menuju ke pintu untuk dibukanya.

     “Ah.. Na Yoon ah... Kevin is here too?” kata Baekhyun perlahan sambil melemparkan senyuman yang manis setelah membuka pintu tersebut.

        “Baekhyun? Ah.... bogoshipo! Sorry Im late. Mianhaeyo..” Na Yoon terus melepaskan barang yang dibawanya dan terus memeluk Baekhyun yang berdiri di daun pintu itu.

     Kevin memendam rasa cemburunya itu dengan hanya tersenyum. Kevin kemudian mengangkat semua barang yang dibiarkan Na Yoon sebentar tadi.

        “Kevin ah... lets have a dinner with us..please...” Na Yoon yang berada di sebelah Baekhyun mengajak Kevin supaya makan malam bersama mereka.

        “Ah.. its okay.. Im full.. Im going home.. If I have a dinner with you two, it was like Im a busy body for bothering you. Mianhae.. Im going home..” Kevin meletakkan barang milik Na Yoon dan terus memusingkan badannya dan melangkah menuju ke arah kereta miliknya.

        Kevin menggenggam tangannya sambil memejamkan matanya lalu, berkata di dalam hati;

        Kevin ah! Jebal... eat with us! Hope she calling me again... I hope so.. Jebal... One.....Two......Three”

       “ Kevin ah! Jebal... I hope you will eat with us.” Na Yoon merayu kepada Kevin supaya makan bersama mereka.

       Kevin tersenyum dan terus memusingkan badannya. Dia kemudiannya menggeleng.

       “Kevin!” Baekhyun bersuara kali ini.

       “Nae. I will.” Kevin tanpa berkata apa-apa terus mendapatkan Na Yoon dan juga Baekhyun yang berada di daun pintu.

       Mereka bertiga terus masuk ke dalam dan mengambil tempat di meja makan.

         “Ah eomma! Its smell delicious! My favourite food! Beef soup! Gomawoyo eomma! Saranghae... Kevin ah.. Try to taste all of this food okay?” Na Yoon mempelawa Kevin supaya menjamah makanan ibunya sambil mencedokkan nasi untuk mereka semua.

         “Baekhyun ah.. take this.. eat a lot okay? You re too thin... Your face look so pale you know? Its all because you're not have enough calcium and vitamin.” Kata Puan Kang sambil menyedokkan lauk –pauk untuk Baekhyun .

         “Nae. Kamsahabnida.” Baekhyun menunduk-nundukkan kepalanya berulang kali kepada Puan Kang.
_________________________________________________________________________________

          “Annyeonghigeiseiyo! Take care! Annyeong!” Na Yoon melambai-lambaikan tangannya ke arah Kevin yang perlahan-lahan meninggalkan rumah Na Yoon menaiki keretanya itu.

           “Na Yoon ah... You re smelly.. Go into your room and take a bath okay? Im waiting at dining room.” Baekhyun menutup hidungnya.

           “Urghh.... Okay. I know Im smelly.. you wait for me okay? Dont you ever go anywhere okay? I must to punish you because today you leave me again. Saranghae...” Na Yoon merapatkan dirinya ke Baekhyun lalu, mengucup pipi Baekhyun.

           Kebetulan pula, Puan Kang berada di dalam biliknya. Baekhyun memegang pipinya yang telah dikucup oleh Na Yoon sambil tersenyum gembira. Na Yoon dengan senyuman lebar terukir di bibirnya berlari anak masuk ke dalam biliknya untuk membersihkan diri meninggalkan Baekhyun keseorangan di ruang tamu. Baekhyun merebahkan punggungnya di atas sofa empuk yang berada di ruang tamu tersebut.

           “Hurm... How can I let her go? I cant... I feel like my heart gonna to kill myself... I love her so much... I must to be strong... I dont want she feel burden because of me.. I dont want her to suffer because of me... from her eyes, I can see her sincerity loving me. I dont know how to tell her...” Baekhyun menundukkan kepalanya memikirkan bagaimana cara untuk dia memberitahu segalanya kepada Na Yoon.

          “Its okay Baekhyun... Ahjumma can help you..” Puan Kang memegang bahu Baekhyun.

          “Urgh... Ahjumma?... You know...?” Baekhyun terkejut apabila disergah begitu sahaja.

          “Yes.. I know everything..” Puan Kang merebahkan punggungnya di sebelah Baekhyun.

          “Ahjumma... jebal... hajima.. Im begging you.. dont tell her..” Baekhyun melutut di hadapan Puan Kang sambil air matanya sudah mula membasahi pipinya.

          “Dont be like this.. get up.. I make you like my own son.. Im not telling her the truth okay? But, I dont want you to be sad and weak.. keep strong okay? Ahjumma, your eomma and also Na Yoon here beside you.. we will support you.. someday, she will know the truth..” Puan Kang memegang pipi Baekhyun lalu, mengesat air mata yang jatuh mengalir ke pipi Baekhyun.

         “Gomawoyo ahjumma...” Baekhyun terus memeluk Puan Kang yang dianggapnya sebagai ibu kandung sendiri.

         “Its okay, its okay.. sit properly.. Na Yoon is coming.” Puan Kang melepaskan pelukannya setelah melihat kelibat Na Yoon yang sudah keluar dari pintu biliknya.

         “Eomma? Baekhyun ah? Owh.. so sweet..” Na Yoon mengambil tempat di sebelah Baekhyun setelah Puan Kang beralih ke sofa lain.

         “Are you crying? Why your eyes look red? Are you sick? Let me check..” Na Yoon memegang pipi Baekhyun lalu, meniup-niup mata Baekhyun.

         “Na Yoon... Baekhyun... I think you two must to get marry next month.. is it alright? Dont you two feel burden?” Puan Kang menanyakan soalan yang berkenaan hidup dan mati mereka.

         “Boeya?! Eomma...?” Na Yoon tersedak air liur apabila mendengar kata-kata yang dikeluarkan dari mulut ibunya. Baekhyun hanya berdiam diri dengan mimik muka yang gelisah kerana mengingati kembali apa yang dikatakan oleh doktornya tentang hayat hidupnya. 

          “Wae? You dont like it? If not why did you love Baekhyun? You two were grown up.. so, this is the time. I want to have a grandchild okay? I will discuss it with your eomma, Baekhyun.” Puan Kang berkata tanpa henti.

          “Hurm? Nae. Geundae,..” kata-kata Baekhyun terhenti di situ.

          “Er erh no excuse.. just let me and your mother take over for your and Na Yoon wedding okay? You two just relax... and the date.. I will set it before Baekhyun do his sur....” Puan Kang terhenti kata.

          “Baekhyun what? Eomma.. Baekhyun what? Before what?” hati Na Yoon sudah mula gelisah.

           “Hurm... nothing.. Na Yoon ah.. Please give him drink... Go take it.. Give him a glass of juice orange okay?” Puan Kang mengarahkan Na Yoon. Na Yoon hanya mengangguk sekaligus terukir senyuman manis di bibirnya.

           “Baekhyun ah.. Dont worry.. I want you to marry her.. Your mother told me that you must to do a surgery.. and I promise to do it before your surgery day.. maybe that time she know everything after you marry with her.. okay? Gwaenchana erh?” Puan Kang mengusap- usap peha Baekhyun yang kelihatan gelisah.

           Baekhyun hanya mengangguk perlahan. Na Yoon yang berada di dapur mengerukkan dahinya kerana berasa hairan melihat cara ibunya berbual bersama Baekhyun yang mungkin ada sesuatu yang dirahsiakan darinya. Dia kemudian membiarkan sahaja dan tidak mengambil kisah tentang perbualan antara ibunya dan Baekhyun itu.
_________________________________________________________________________________

          “Its getting late.. I should go..If not my mother will worry about me. Ahjumma ah.. I going home first okay? Take care..” Baekhyun bangun dari sofa lalu, memberi tunduk hormat kepada Puan Kang. Puan Kang tersenyum. Kemudian, Baekhyun berjalan keluar dari rumah Na Yoon mendapatkan kereta mewahnya itu diikuti Na Yoon dari belakang sambil memimpin tangan Baekhyun. Puan Kang hanya menunggu dari dalam rumah sahaja kerana tidak ingin mengganggu anaknya bersama bakal menantunya itu.

          “Na Yoon ah.. take care.. sleep well okay? Please dream about me.. hehe.. we will get marry soon.. you like it? Saranghae..” Baekhyun mengucup dahi Na Yoon lalu menarik Na Yoon berada dalam dakapannya.

          “Nado... saranghae..” kata Na Yoon yang masih berada dalam dakapan Baekhyun.

          “Dont move.. I want to hug you tightly.. I miss you so much.” Baekhyun menahan rasa sedihnya dengan tersenyum gembira.

          Baekhyun melepaskan pelukannya lalu, terus masuk ke dalam keretanya yang sudah dihidupkan enjin.

          “Jaljayo... saranghae.” Baekhyun berlalu pergi dari situ.

          “Sweet Dream!” Na Yoon melambai-lambaikan tangannya kepada Baekhyun yang sudah berlalu pergi.
_________________________________________________________________________________

          “How is it doctor?” Puan Byun kelihatan gelisah.

          “Okay. The date is 20th June 2014. At 8 am.” Doktor N memberitahu tarikh pembedahan tersebut.

          “Hurm..his birthday... okay.. thank you doctor.” Puan Byun terus keluar dari bilik Doktor N dan pulang ke rumah.

Baekhyun House.

          “Hello? Mrs.Kang?” Puan Byun membuat panggilan telefon.

          “Nae.. Im.. How is it Mrs.Byun? the date?” tanya Puan Kang melalui talian.

          “The date is 20th June 2014.. so how is it?” Ujar Puan Byun.

          “Okay.. I will set the date a week before his surgery.. so.. 13th June 2014.. confirm?” Tanya Puan Kang inginkan kepastian.

       “Confirm!” Puan Byun terus menutup talian telefon tersebut dengan hati yang gembira walaupun tersirat sedikit kerisauan di dalam hatinya.
_________________________________________________________________________________

            “Baekhyun ah! Come here and get your medicine..” Puan Byun memanggil Baekhyun yang masih berada di dalam biliknya.

            “Nae eomma! Wait... Im coming” Baekhyun berlari anak mendapatkan ibunya yang berada di dapur.

            “Next week is your wedding..” Puan Byun mengucup dahi Baekhyun yang sedang menelan ubat pilnya itu.

             ‘Ding Dong’

              “Ah eomma.. its Na Yoon.. keep all my medicine eomma..” kata Baekhyun sambil berlari anak menuju ke pintu utama rumahnya.

             “Na Yoon ah.. come in first.. Lets breakfast together..” Baekhyun terus menarik Na Yoon masuk ke dalam rumahnya. Na Yoon hanya menuruti sahaja.

             “Sit down here.” Baekhyun menarik kerusi itu untuk Na Yoon.

             “Nae.” Kata Na Yoon sepatah dengan terukir sebaris senyuman di bibirnya.

             “Hurmm.. next week is your wedding.. are you ready Na Yoon? Dont you feel nervous?” Puan Byun menyedokkan nasi goreng untuk Baekhyun dan juga Na Yoon.

              “Yes.. I nervous because this is my first time.” Na Yoon menyuapkan nasi goreng tersebut ke dalam mulutnya.

              “I have something to say..” Baekhyun bersuara.

              “Moe?” Na Yoon meletakkan sudu yang berisi nasi itu ke atas pinggan makannya.

              “ A week after our wedding, I will go to China.. I have some work to do.” Baekhyun memandang tepat ke arah anak mata Na Yoon.

                “Hmm.. okay... I know why you told me right now.. because you dont want to see me  angry to you right? Because your mother is here so, I cant mad to you.. right?

                 Baekhyun hanya mendiamkan diri kerana memikirkan apa yang sedang bermain di fikiran Na Yoon.

              “Done. Kamsahabnida ahjumma. Jeongmal mashisseoyo. Baekhyun ah, lets go. Ahjumma ah, we should go. Annyeong.” Na Yoon bangun menunduk hormat kepada Puan Byun lalu,terus menarik tangan Baekhyun keluar dari rumah.

              “Arghh.. she was so mad.. Baekhyun ah, you re so stubborn. Why did you told her like that? Aigo..” Puan Byun resah melihat riak wajah Na Yoon yang seakan ingin memarahi anaknya itu.

                Na Yoon melepaskan tangan Baekhyun sesudah mereka menjejakkan kaki keluar dari rumah tersebut. Na Yoon terus berjalan menuju ke kereta Baekhyun lalu, masuk ke dalam perut kereta dan terus menutup pintu kereta tersebut. Baekhyun menggaru kepalanya yang tidak gatal itu memikirkan cara bagaimana dia ingin memujuk Na Yoon.

                “You mad to me?” Tanya Baekhyun sebaik sahaja menghidupkan enjin keretanya.

                “Aniyo!” Na Yoon menolehkan mukanya ke luar tingkap.

                “Na Yoon ah.. mianhae..” Baekhyun menggenggam kedua tangan Na Yoon lalu, menolehkan kepala Na Yoon ke arahnya.

                “I want you to be honest to me. Work or me is important to you?” Na Yoon memandang tepat ke arah anak mata Baekhyun.

                “Of course you. Actually, Im just joking. Why did you believe on me?” Baekhyun tergelak kecil.

                “Ya! Baekhyun ah! Ah jjinja! I hate you.” Na Yoon melepaskan tangannya yang berada dalam genggaman Baekhyun.

                “But I love U.” Baekhyun mengucup pipi Na Yoon dan terus menekan minyak berlalu pergi dari situ.

                Na Yoon mencubit peha Baekhyun kerana mempermainkannya sambil terukir senyuman manis di bibirnya.

            “Ah.. pal!” Baekhyun mengerang kesakitan lalu, tergelak kecil memikirkan kembali riak wajah Na Yoon yang sedang memarahinya. Akan tetapi, riak wajah gelisah terpampar sedikit di wajahnya.
_________________________________________________________________________________

                “Ah.. Im so tired.” Baekhyun mengeluh setelah merebahkan punggungnya di atas bangku akibat kepenatan bersiar-siar di kawasan taman bunga itu.

                 “Give me your wallet. Im going to buy drinks for us. There is a shop.” Na Yoon menadahkan tangannya menunggu Baekhyun mengeluarkan barang yang dimintanya tadi.

                 “Wait at here. Dont go anywhere. Im watching you.” Na Yoon memandang tajam ke arah Baekhyun yang masih termengah-mengah kerana kepenatan. Baekhyun hanya mampu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.

                 ‘Na eureureong,eureureong,eureureong dae’

                 “Doctor N?” Ujar Baekhyun setelah mengeluarkan Phone nya lalu, melihat nama Doktor N terpampar di Screen phone nya. Baekhyun menjawab panggilan tersebut setelah melihat Na Yoon berada jauh darinya.

                 “Doctor.. Wae? Thats paper? Its in my wallet.. wait.. Aigo.. Na Yoon ah.. Doctor, I will call you back.” Baekhyun terus menutup panggilan tersebut dan berlari ke arah Na Yoon.

                 “Igei boeya?” Na Yoon mengeluarkan sehelai kertas yang berada di dalam dompet Baekhyun.

                  Tidak sempat untuk Na Yoon melihat apa yang berisi di dalam kertas itu, Baekhyun merampas kertas itu darinya.

                  “Wae? What is that?” Na Yoon kelihatan hairan melihat tindakan Baekhyun yang sebegitu.

                  “Nothing. I forget to say to you that I want to eat Ramen. Lets eat together.” Kata Baekhyun dan terus memegang bahu Na Yoon membawanya masuk ke dalam kedai itu.
_________________________________________________________________________________

Wedding Day.

                  “Kevin ah, Na yibbeo?” Na Yoon menghayun-hayunkan badannya yang lengkap diselaputi gaun putih perkahwinannya.

                  “Neo neomu yibbeoda!” Kevin menunjukkan thumbs up kepada Na Yoon.

                  “Ah jeongmal? Gomawoyo chingu ah. Saranghae.” Na Yoon memeluk Kevin dari belakang.

                Im so happy to see you smile always ,like this day. I hope you will get a happiness with Baekhyun.. Its okay.. I let you go..”  Kevin hanya tersenyum.


                 “Oh OMO... My daughter.. you look so great and gorgeous! Im so happy seeing you like this!” Puan Kang memeluk anak tunggalnya itu.

                  “Gomawoyo eomma.. eomma ah.. Im nervous.. do I look okay?” Na Yoon mengibas-kibas tangannya kerana dia sudah mula berpeluh kerana berasa gementar.

                  “Its okay dear.. Now, lets go.. this is the time..” Puan Kang menadahkan tangannya supaya disambut oleh anaknya. Mereka kemudian keluar dari ruang bilik persediaan dan bergerak menuju ke dewan.

                  Kelihatan senyuman yang manis terukir di bibir Na Yoon apabila dia sudah melihat kelibat Baekhyun yang menunggunya di atas pelamin (is it correct?) lengkap dengan pakaiannya.

                 “Baekhyun ah, Im nervous..” kata Na Yoon setelah Baekhyun memegang kedua tangannya. Mereka saling berpaling. Baekhyun hanya tersenyum.

                 “I, Byun Baekhyun, accept Kang Na Yoon as my wife.” Baekhyun tersenyum gembira.

                 “I,Kang Na Yoon, accept Byun Baekhyun as my husband.” Na Yoon tersenyum gembira apabila melihat Baekhyun juga turut tersenyum kepadanya.
_________________________________________________________________________________

                 “Baekhyun ah.. your birthday is coming soon... How can I celebrate your birthday? Where should we go?” Na Yoon memeluk Baekhyun dari belakang.

                Baekhyun yang dari tadi termenung berada di balkoni rumahnya tersentak.

               “Oh.. jeongmal? How can I forget about it?” Baekhyun memusingkan badannya ke arah Na Yoon yang berada di belakangnya.

              “How can you forget it? Hmm.. its okay.. “ Kata Na Yoon. Baekhyun terus menarik Na Yoon supaya berada di hadapannya lalu, dipeluknya Na Yoon dari belakang. Baekhyun meletakkan dagunya di bahu Na Yoon.

            “Should we go for honeymoon?” Baekhyun bertanya.

           “ Hmm.. Its okay.. We think about it later. Arghh.. Baekhyun ah.. look at that” Na Yoon menunjukkan sesuatu kepadaBaekhyun.

           “The moon.. so beautiful.. Im sleepy.. Let go in. We need to sleep.” Baekhyun terus menarik tangan Na Yoon masuk ke dalam rumah mereka.
_________________________________________________________________________________

          “Good morning!” Baekhyun memeluk Na Yoon dari belakang yang sedang menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.

           “Good morning.. Sit down here.” Na Yoon menekan bahu Baekhyun.

           “Hmmmm.. Its smell delicious..” Baekhyun menghirup bau makanan yang disediakan oleh Na Yoon.

           “Open your mouth.” Na Yoon menyuapkan makanan tersebut ke dalam mulut Baekhyun.

           “After this. Take your bath and get ready. We going to the park today.” Na Yoon memberikan senyuman manis kepada Baekhyun.

          “Na Yoon ah.. wae? Why re you so serious? You look so tired. Can we not going to the park today?” Baekhyun memegang pipi Na Yoon.

          “Ah gwaenchana.. I dont know why but, my heart feel bad. It was like something wrong gonna happen.” Na Yoon mengurut-urut kepalanya.

          “Its okay.. we will go to the park this evening. You need rest.” Kata Baekhyun.

          I dont know why but, I feel like I will lose him.. Today is our third day after our wedding and about four days left.. is his birthday..No,no. Na Yoon, dont you ever think like this. Thinking positive.” Na Yoon kemudian naik ke atas dan merehatkan dirinya.

         Baekhyun hanya melihat pergerakan Na Yoon.

         “Why did she be like this? Hmm.. How can I explain to her.. I will do the surgery on my birthday date.” Baekhyun berkata sendirian.

In The Evening

              “Baekhyun!” Na Yoon tersedar dari tidurnya.

              “Wae? Na Yoon...” Baekhyun yang sedang membaca buku berhenti lalu, menghampiri Na Yoon yang berada di atas katil.

              Na Yoon terus memeluk Baekhyun sebaik Baekhyun menghampirinya. Dia kemudian mengalirkan air matanya. Dia mengusap-usap muka Baekhyun.

              “Na Yoon ah,wae? Waeyo?” Baekhyun mengesat air mata Na Yoon.

              “I dont want to lose you. I need you. I love you. Dont leave me.” Na Yoon memeluk erat suaminya itu.

             “You had a bad dream. Its okay, its okay. Im here. Now, go wash your face. We are going to the park.” Baekhyun membawa Na Yoon masuk ke dalam bilik air untuk membersihkan mukanya.
_________________________________________________________________________________

             “Na Yoon ah! Are you done?!” Baekhyun menjerit dari luar rumah.

             “Wait.. Im done!” Na Yoon berlari anak menuruni anak tangga rumahnya lalu, keluar dari rumahnya mendapatkan Baekhyun.

             “Ah.. yibbeoda!” Baekhyun mengusap kepala Na Yoon.

             Kemudian, mereka terus masuk ke dalam perut kereta dan berlalu pergi dari situ.

             “Baekhyun ah, hajima.. dont leave me okay?” Na Yoon memegang tangan kanan Baekhyun yang sedang memandu.

             “Wae? Why are scare? Im not leaving you.” Baekhyun memandang ke arah Na Yoon.

             “Promise? You wont leave me?” Na Yoon memandang Baekhyun dengan penuh kerisauan.

             “Nae. Im promise. Okay. We are at the park now. Lets go.” Baekhyun mematikan enjin keretanya lalu, keluar dari perut kereta tersebut untuk mendapatkan Na Yoon.

            “Gomawoyo. My honey...? hehe.” Na Yoon mencubit pipi Baekhyun setelah dia keluar dari kereta tersebut.

            “Let me kiss you.” Baekhyun mendekatkan dirinya ke Na Yoon.

            ‘Boiji anheun,neol chajaryeogo asseuda.’

            “Wait. My phone.” Na Yoon menolak perlahan Baekhyun lalu, mencapai phone nya yang berada di dalam handbag nya itu.

            “Kevin?” Na Yoon kemudian berjalan ke hadapan sedikit meninggalkan Baekhyun di belakang untuk menjawab panggilan tersebut.

            “Kevin? Why he call Na Yoon. Hmm.. Later, Im going to tell the truth to Na Yoon when we at the park..” Baekhyun menggaru-garu kepalanya yang tidak gatal itu.

            “Ah Kevin ah.. wae?” Na Yoon bertanya.

            Ketika Na Yoon bertanya kepada Kevin di dalam talian. Sebuah kereta kelihatan dari jauh datang menghampirinya. Na Yoon tidak menyedari bahawa dia berada di tengah jalan.

             “Baekhyun, he...has a cancer.” Kevin memberitahu segalanya kepada Na Yoon.

             Baekhyun dari tadi memikirkan sesuatu terkejut melihat sebuah kenderaan yang makin menghampiri Na Yoon.

             “Boe?Boeya!!” Na Yoon memusingkan badannya ke arah Baekhyun.

             “Na Yoon ah!!! Watch out!” Baekhyun berlari ke arah Na Yoon lalu, menolak Na Yoon ke tepi.

             ‘Kebukk’

             “Baekhyun ah!! Baekhyun ah!!!” Na Yoon bangun menghampiri Baekhyun yang sudah berlumuran darah.

            “Baekhyun ah!! Ireona!! Hajima! Be strong!! I will call the ambulans!” Na Yoon mengalirkan air mata yang deras sehingga jatuh menitik ke pipi Baekhyun yang berada di atas ribanya.


            “No. Kang...Na ..Yoon.... sarang...hae”

10 Years Later.

            “Uhh! Baekhyun!” Na Yoon tersedar dari tidurnya.

            “Baekhyun ah! Oedigayo?! Ya! Byun Baekhyun!” Na Yoon turun dari anak tangga rumahnya untuk mencari Baekhyun.

            Na Yoon pergi ke belakang rumahnya. Dia menjenguk di luar. Na Yoon terhenti. Tiba-tiba air matanya jatuh mengalir deras. Kelihatan seperti dia melihat seseorang.

            “Saengil chukha habnida, saengil chukha habnida, saranghaneun Baekhyun appa, saengil chukha habnida. Appa.. saranghae..bogoshipoyo..” kata seorang budak yang sedang teresak-esak menangis.

            Na Yoon mengesatkan air matanya lalu, menghampiri budak itu. Na Yoon kemudian memeluk budak itu dari belakang.

            “Baekhyun ah.. why are you at here?” Na Yoon bertanya kepada anaknya yang berada di hadapan kubur seseorang.

            “Eomma.. today is appa birthday.. I miss him so much, eomma.. Even I never seen him but, I love him so much.” Baekhyun mengalirkan air matanya.

            “Its okay Baekhyun.. eomma miss him so much too.” Na Yoon mengesat air mata anaknya itu.

            “Appa... saengil chukhahae..” Baekhyun meletakkan sekuntum bunga mawar di papan yang tertera nama ayahnya itu, Byun Baekhyun.

            “Its okay.. Lets go in..” Na Yoon mendukung anaknya yang baru 9 tahun itu masuk ke dalam rumah meninggalkan kubur Baekhyun yang ditanamnya dibelakang rumah atas permintaan ibu Baekhyun kerana Baekhyun pernah memberitahu jika dia sudah tiada, dia ingin kuburnya ditanam di belakang rumahnya.

            Baekhyun ah.. Our son.. He is growing up.. He miss u so much.. If you still alive, maybe we can see him growing up together.. I miss u..He miss u... He always asking me about you.. He love you so much.. I think you see him from the sky... I hope so. 





FUTURE ► ◄ PAST
+follow